Tips Mendapatkan Kebahagiaan dari Media Sosial

Social Media sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Waktu kita bayak dipakai untuk melihat social media. Banyak hal baik dan menyenangkan hati yang bisa kita peroleh dari Social Media seperti informasi, tips, motivasi, inspirasi, hiburan, gambar indah, kabar keluarga, dll. Hal-hal itu menjadi penyumbang isi hati yang baik, bahagia, dan nyaman. Kita bisa belajar banyak hal dari social media.

Tidak bisa dipungkiri hadirnya social media juga bisa jadi sumber penyumbang emosi negatif bisa dari kabar negatif, bencana, gossip, dan kabar kurang mengenakkan lainnya. Produktivitas kita pun bisa menurun dengan terlalu banyak menghabiskan waktu di social media. Bahkan, foto yang netralpun bisa jadi membuat tidak enak di hati. Ada teman kita jalan-jalan ke negara lain kita iri hati. Ada keluarga yang punya anak, menikah, kita biasa saja. Ada teman yang menjadi pembicara atau punya prestasi lain misalkan bisnisnya maju kita menganggap remeh.

Seperti memakan junk food. Nikmat sesaat, tapi akan merusak kesehatan kita secara menyeluruh kalau kita memakan terlalu banyak dan sering. Sama halnya dengan social media. Akan menyenangkan dan membawa kebahagiaan kalau digunakan dalam jangka waktu yang tepat, saat yang tepat, dan cara menggunakan yang tepat.

Tapi hey, sebenarnya kita bisa kok untuk memilih. Memilih menggunakan social media untuk tempat mendapat cipratan bahkan siraman kebahagiaan, berkah, pahala, dan doa, atau sebaliknya, hanya mengotori hati dan pikiran kita. Saya pernah melihat akun Instagram seorang yang punya hobi memasak makanan sehat dan berkreasi menu. Hampir di setiap konten dia menulis “YAY or NAY?” artinya kita bisa memilih, apakah kita menyukai foto yang dia post atau tidak. Padahal menurut saya, apa yang dia post selama ini adalah hal-hal yang indah, sehat, dan positif dengan kualitas fotonya pun cantik. Saya berpikir apa iya ada yang tidak menyukai konten yang dia buat? Mungkin saja ada.

Waktu kita memilih untuk membuka social media penting. Berikut adalah waktu yang dihindari untuk membuka social media:

  1. Saat ada pekerjaan yang perlu dikerjakan. Karena bagaimana pun, kita perlu mengutamakan apa yang sudah menjadi prioritas kita, yaitu pekerjaan kita. Bekerja di kantor atau di rumah sebagai ibu rumah tangga pun perlu mengutamakan apa yang perlu dikerjakan agar perasaan kita pun menjadi lega.
  2. Saat ada keluarga atau teman yang berkunjung ke rumah. Karena kapan lagi kita akan connect dengan saudara, keluarga, dan teman kita selain dengan mengobrol dan berinteraksi langsung? Melihat matanya, gerak-geriknya, mendengar suaranya, adalah cara kita untuk bertukar energi positif. Bukan dengan membuka hp saat mereka datang.
  3. Saat ada acara keluarga atau bertemu teman di luar. Hampir sama dengan nomor 2. Plus, kita sudah berupaya untuk pergi menemui mereka. Gunakan waktu yang ada sebaik-baiknya karena mereka tidak 24 jam bersama kita. Toh kita akan bisa melihat social media saat kembali ke rumah.
  4. Saat sebelum tidur. Karena otak dan syaraf perlu istirahat dan lebih tenang sebelum tidur agar kita mendapatkan tidur yang berkualitas. Kasih waktu diri kita untuk relax dengan mendengarkan musik lembut sebelum tidur.
  5. Saat bangun tidur. Karena tubuh kita perlu udara segar, stretching, olahraga, makanan, dan minuman yang baik untuk memulai hari. Bukan dibanjiri dengan gambar dan informasi dari dunia maya.

Bagaimana dengan durasi melihat social media? Ini juga menjadi faktor penting kebahagiaan. Setiap orang mempunyai durasi yang berbeda. Tapi langkah awal adalah menyadari berapa lama waktu yang dihabiskan per hari untuk membuka social media. Untuk aku sendiri, bisa menghabiskan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Sungguh waktu yang banyak. Tapi kalau kita menggunakannya untuk melihat hal yang positif dan digunakan saat pekerjaan sudah dijadwalkan dan diselesaikan, tentu akan jauh lebih bermanfaat. Kita juga bisa menargetkan maksimal per hari sekian jam. Misalkan akan diturunkan 2-3 jam. Lama-kelamaan akan terbiasa untuk menggunakan social media dengan durasih yang lebih bijak.

Aku percaya, manusia dilahirkan baik, mempunyai hati nurani. Punya kebaikan. Dan menjadi orang yang punya pemikiran dan perasaan positif tentunya enak. Hidup damai kalau hati dan perasaan kita bersih. Sungguh indah dunia ini jika kita melihat dari kacamata yang positif. Berikut adalah beberapa cara simple dan mudah untuk menjaga hati kita agar tetap bersih, bahkan ikut dapat cipratan dan siraman kebaikan dalam ber-social media:

  1. Follow akun Instagram yang menginspirasi. Kata-kata motivasi terlahir dari orang-orang yang sudah punya pengalaman atau punya keberhasilan atau sudah healed. Dan kata-kata positif tersebut akan sangat membantu kita untuk bangkit, atau bahkan mengobati hati kita yang sedang down. Kalau hati sedang happy, kita tentu akan mengangguk kuat mengaminkan kata-kata baik tersebut.
  2. Follow akun Instagram yang beraneka warna. Siapa sih yang tidak suka pelangi? Orang-orang yang sedang kena macet pun akan terobati hatinya jika melihat pelangi. Hal-hal yang mempunyai warna indah bersifat therapeutic untuk hati dan perasaan kita. Misalkan penuh bunga, tanaman, binatang, dan lukisan.
  3. Follow akun Instagram yang punya humor yang tinggi. Because, we need more laugh in this world. Sudah cukup banyak kabar yang sedih dan bikin miris. Orang-orang yang punya humor tinggi akan jauh dari stress, dan hidupnya penuh dengan kedamaian. Sudah banyak orang zaman sekarang yang tinggal di kota yang defisit tertawa. Senda gurau itu perlu dan penting!
  4. Follow akun Instagram yang mempunyai sisi seni yang baik. Saya follow akun teman yang suka menggambar Mandala. Entah mengapa itu membuat hati saya senang dan gembira. Mood saya lebih baik saat melihat Mandala indah yang dia buat. Sungguh penuh detail yang apik dan epic. Keren deh pokoknya. Jadi, seni tidak bisa dianggap enteng. Karya indah bisa membangun mood lho!
  5. Follow akun Instagram orang-orang sukses dan positif. Oprah Winfrey, Selena Gomez, Taylor Swift, The Rock, Will Smith, Maudy Ayunda, Retno Hening, adalah contoh akun Instagram dengan orang-orang yang positif dan sukses. Kalau kita berkumpul di lingkungan orang-orang yang baik, maka kita akan tertular hal baik dari orang tersebut. Dan alam bawah sadar kita akan ikut senang kalau idola kita juga senang.
  6. Follow akun instagram yang sesuai dengan hobby Anda. Hampir semua hobby bisa ditemukan di Instagram. Kalau Anda mempunyai hobby essential oil, banyak akun tentang essential oil. Begitu juga dengan memasak, interior design, fashion, jogging, yoga, melukis, menulis indah, membuat sabun, menyanyi, menari, atau lainnya.
  7. Follow akun Instagram komunitas yang baik. Setiap orang pasti punya komunitas yang disuka dan cocok dengan minat. Contohnya adalah komunitas agama, berkebun, lari, atau bahkan kalau kasus aku, komunitas yang men-support ibu baru. Komunitas-komunitas ini selain terus memberi kita semangat, inspirasi, dan ide kreatif, mereka juga sering post foto-foto yang indah dilihat.

Bagaimana dengan akun saudara, keluarga, dan teman? Padahal ada juga akun Instagram saudara, keluarga, dan teman yang tidak sesuai dengan value kita? Benar, dan kita juga bisa memilih akun saudara, keluarga, dan teman yang bisa kita follow. Selain itu, kalau memang ada sesuatu yang di-post oleh mereka yang berseberangan dengan kita, kita juga bisa belajar dari orang yang tersebut kok. Dengan demikian, kita bisa melatih compassion, forgiveness, dan unditional love.

Salah satu tip adalah, saat mereka berbahagia, cobalah untuk ikut merasakan kebahagiaan mereka. Kita getarkan atau vibrasikan perasaan bahagia di dalam diri kita saat melihat foto yang baik dan bahagia. Dengan berlatih ikut tersenyum saat melihat foto orang yang tersenyum, lama-kelamaan kita juga terbiasa untuk bahagia di saat orang lain berbahagia. Kalau kita latih ini, kebiasaan kurang baik membandingkan akan berkurang dan kebaikan-kebaikan inshaAllah akan lebih mudah menghampiri kita.

Dari tips di atas kita bisa memanfaatkan social media untuk hal-hal yang sehat dan baik. Kita belajar dan latih diri untuk menumbuhkan bibit-bibit positif yang akan kita petik buah manisnya kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: