Mengenali Jurus yang Aku Gunakan dalam Menghadapi Permasalahan

“Healing yourself emotionally is undoubtedly the biggest gift you could ever give yourself!” – Kari Joys

Perjalanan healing-ku bisa aku anggap sebagai perjalanan mengenali diriku atau self discovery. Banyak hal yang aku pelajari tentang diriku. Salah satunya adalah bagaimana aku menghadapi permasalahan. Amazing-nya, jurus yang aku pakai untuk menghadapi permasalahan itu berubah-ubah.

Dimulai dari tahun 2015, aku mulai mendapatkan sandungan hidup yang menurutku termasuk besar. Dulu, di saat aku terjatuh, aku tidak tahu harus pergi ke mana, bertanya ke siapa, mencari jawaban di mana, dan bingung harus mulai dari mana. Tema self healing dan penyembuhan secara holistik pun belum sepopuler sekarang. Alhamdulillah secara bertahap aku menemukan jawaban-jawaban dan mulai berjalan.

Sampai akhirnya aku bekerja di restoran makanan organik, Burgreens Organic Eatery di Rempoa sebagai marketing staff. Aku bersyukur sekali bisa tahu Burgreens melalui Instagram, bisa dikasih kesempatan untuk bekerja di sana, dan bisa mengenal Helga Angelina, atasanku saat itu. Karena melalui Burgreenslah aku mulai mengenal orang-orang yang membantu kesehatanku secara holistik hingga sekarang. Saat itu Burgreens sering membuat event bertema kesehatan dan mengundang para ahli di bidangnya. Di sinilah aku pertama kali mengenal Mas Reza Gunawan, praktisi penyembuhan secara holistik. Helga pun saat itu mengusulkan untuk aku belajar dan berkonsultasi ke Mas Reza.

Menurut Mas Reza, ada empat jurus kungfu yang sering digunakan saat kita dihadapkan dengan permasalahan, yaitu:

  1. Jurus Memendam

Orang yang memakai jurus ini cenderung menghindari konflik. Mereka memilih untuk menyimpan masalah yang mereka hadapi, tidak sharing ke orang lain. Kalau ada perasaan negatif seperti sedih, marah, kecewa, benci, dan takut, mereka sangat lihai untuk menutupinya, melawannya, dan menahannya. Banyak yang melakukan ini karena takut menyakiti orang lain dan tidak ingin hubungannya dengan orang lain menjadi tidak baik. Namun, suatu saat emosi yang terpendam ini bisa meledak dan membuat mereka dan orang di sekitarnya bingung.

  1. Jurus Melampiaskan

Orang yang memakai jurus ini sering marah-marah untuk meluapkan emosinya. Mereka tidak segan menunjukkan emosinya kepada orang lain. Tidak jarang menggunakan nada tinggi, melempar barang, memukul tembok atau benda di sekelilingnya, mata terbelalak, dan teriak-teriak. Marah-marah yang dilakukan ini sebenarnya hanya asap, bukan sumber kebakarannya. Biasanya akar emosinya bisa bersumber dari beberapa macam emosi, bisa karena bingung, kecewa, takut, gelisah, dan kesal. Orang di sekitarnya bisa saja terkena getahnya walaupun bukan penyebab akar permasalahan. Meskipun mereka sudah meluapkan atau mengeluarkan emosi, namun tetap saja merasa marah karena mereka sering tidak sadar apa akar emosinya dan tidak disampaikan dengan baik.

  1. Jurus Melarikan Diri

Orang yang memakai jurus ini menggunakan pelarian untuk pergi dari masalah. Contoh yang sering kita temukan adalah makan-makan, nonton, nyalon, dan belanja. Contoh yang lebih ekstrim adalah drugs dan pergi ke club. Namun aku juga pernah melihat jurus melarikan diri yang lebih positif, yaitu olahraga, traveling, menulis, menggambar, menari, dan menyanyi. Walaupun demikian, suatu saat mereka tetap perlu untuk kembali ke realita dan belajar menghadapi permasalahannya.

  1. Jurus Mengacuhkan

Orang yang memakai jurus ini sering tidak mempedulikan perasaannya. Sering menjawab “it’s okay” jika ditanya “are you okay?” padahal di dalam hati sangat tidak okay. Sering menjawab “I’m fine” padahal hati dipenuhi perasaan yang campur aduk. Kalau jurus memendam, mereka tidak ingin ada konflik dengan orang lain. Kalau jurus mengacuhkan, mereka tidak ingin ada konflik sama sekali. Mereka menggunakan jalan pintas “aku baik-baik saja”. Kebiasaan ini lama-kelamaan akan berbahaya karena nantinya tidak terkoneksi dengan hatinya, tidak hanya mereka akan bingung perasaan negatif apa yang sedang dirasakan, tetapi juga akan muncul kemungkinan mereka cenderung sulit merasakan perasaan yang positif.

Setelah Mas Reza menjelaskan jurus-jurus di atas, di sinilah aku sadar kalau aku sering sekali menggunakan jurus memendam dan mengacuhkan.

Ada perumpaan yang hingga saat ini aku ingat. Masalah dan kita diibaratkan dengan bangkai tikus di lemari. Apa yang dilakukan oleh orang-orang dengan jurus di atas? Jurus memendam mungkin akan mengunci lemari sehingga tidak lagi tercium baunya. Jurus melampiaskan mungkin akan marah-marah saat mencium bau bangkai tikusnya. Jurus melarikan diri mungkin akan memberi pengharum ruangan sampai baunya ditutupi. Jurus mengacuhkan mungkin akan membiarkan begitu saja bangkai tikus itu.

Terus, sebaiknya bagaimana donk? Apa solusinya?

Dengan kewarasan dan akal sehat, tentunya kita akan memilih untuk mengakui adanya bangkai tikus, menerima baunya, berupaya untuk membersihkannya, dan akhirnya melepaskan bangkai tikus tersebut. Kalau kita mengunci lemari, kita perlu membukanya. Kalau kita marah-marah dengan baunya, kita perlu berhenti dan menerima baunya. Kalau kita memberi pengharum, kita perlu berhenti memberi pengharum karena suatu saat bau tengiknya pun akan muncul kembali. Kalau kita mengacuhkan, kita perlu kembali ke lemari tersebut dan membersihkannya.

Selama mendengarkan penjelasan dari Mas Reza, aku merefleksikan ke diriku. Dan memang aku akui saat itu aku belum mengakui, belum menerima, dan masih resist. Dulu aku sangat marah tapi aku tidak mau marah-marah. Aku melarikan diri dalam arti menghindari orang bersangkutan. Aku memendam tidak mengutarakan perasaanku karena aku takut konflik. Aku mengacuhkan perasaanku karena aku tidak mau merasakan marah dan aku takut dosa. Aku sering sekali menutupi, melawan, dan menahan emosiku dan kurang bisa mengekspresikannya dengan baik.

Tahun 2018, aku mempelajari versi lain dari 4 jurus di atas yaitu 3R. Versi 3R ini aku pelajari dari Mas Ferry Fibriandani, salah satu terapis di Rumah Remedi. 3R ini juga menjelaskan bagaimana orang menghadapi masalah, disingkat menjadi 3R:

  1. Reactive. Sama dengan jurus melampiaskan.
  2. Redirect. Sama dengan jurus melarikan diri.
  3. Repress. Menggabungkan jurus memendam dan mengacuhkan.

Biasanya, jurus yang kita gunakan untuk menghadapi masalah, kita adopsi dari lingkungan sekitar yang kita pelajari dari kecil. Jurus itu secara tidak sadar masuk ke alam bawah sadar kita atau unconscious mind. Cara yang aku tahu saat itu adalah menangis (kadang sendirian, kadang ke orang lain) dan curhat. Kalau curhat, reaksinya pun macam-macam. Komentar yang sering aku dapat adalah “udah jangan nangis”, “ga usah dipikirin”, “jalan-jalan aja yuk”, “ga boleh nangis”, “ah, kebanyakan mikir lo!”, “yang sabar ya”, “yang kuat ya”, “udah, dibawa santai aja”, “jangan marah, ga baik”, “cengeng”, “jangan sedih donk”, “udah, ikhlasin aja”, “lebay ih”, “kalau dlupain aja gimana?”, “drama banget sih”, dst.

Aku mau berterimakasih kepada suamiku, Kurniaprasadi Shiddiq, karena beliaulah yang pertama kali aku tuju untuk curhat. Reaksinya apa? Mendengarkan, memelukmendukung untuk mencari jalan penyembuhan, dan menghormati pilihanku. Beda pendapat? Tentu ada. Tapi alhamdulillah sampai sekarang kami dapat melaluinya. Dan aku juga mau berterimakasih kepada orang-orang yang berkomentar di atas karena niat mereka adalah untuk membantuku. Walaupun memang ada yang caranya kurang baik dan berkomentar kurang nyaman di hati. Itulah cara yang mereka tahu saat itu. Terakhir, aku ingin berterimakasi kepada diriku, Adina Nur Hidayatri, atas segala proses dan upaya yang telah dilalui dari dulu hingga sekarang alhamdulillah menjadi jauh lebih baik.

 

2 Comments on “Mengenali Jurus yang Aku Gunakan dalam Menghadapi Permasalahan

  1. Pingback: Mengenali Jurus yang Aku Gunakan dalam Menghadapi Permasalahan — The Wise Edelweiss – nur rohman affandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: